Selasa, 14 Februari 2012


KONSEP DASAR PERBANDINGAN PENDIDIKAN

A.   Definisi Perbandingan Pendidikan
Perbandingan pendidikan tidak hanya membandingkan Sistem Pendidikan dan pengajaran, Pemikiran Pendidikan, Teori-teori pendidikan saja tetapi Perbandingan pendidikan merupakan perbandingan lebih mendalam lagi yaitu mencari tentang latar belakang yang menimbulkan problematika pendidikan dan sebab-sebab yang menimbulkan perbedaan dan persamaan teori dan praktik system pendidikan di beberapa Negara.
Menurut Carter V.Good, Perbandingan Pendidikan adalah studi yang bertugas mengadakan perbandingan teori dan praktik kependidikan yang ada dalam beberapa negara dengan maksud untuk memperluas pandangan dan pengetahuan di luar batas negerinya sendiri.
Definisi Menurut I. L.Kandel, Perbandingan Pendidikan adalah studi tentang teori dan praktik Pendidikan masa sekarang sebagaimana dipengaruhi oleh berbagai macam latar belakang yang merupakan kelanjutan sejarah

B.    Tujuan Studi Perbandingan Pendidikan
1.       Mengetahui persamaan dan perbedaan, kelebihan dan kekurangan, mengambil unsur positif dan disesuaikan dengan kondisi.
2.       Tumbuh saling pengertian dan saling menghargai dan meningkatkan hubungan kerja sama antar negara di bidang pendidikan.

C.    Periode perkembangan perbandingan pendidikan
1.       Periode  Observasi tentang sistem kehidupan di negara lain secara umum.
Pada periode ini belum dijumpai pembicaraan tentang metode dalam pendidikan maupun non pendidikan, yang dijumpai hanya gambaran umum yang sangat tergantung kepada ingatan para pengunjung ke negara lain, dengan tujuan berdagang, berwisata, perang, ibadah haji dan lain-lain. Diantara tokoh-tokoh pada periode ini adalah Marcopolo, Ibnu Bathuthah, Ibnu Khaldun
2.       Periode  Observasi sistem pendidikan di negara lain
Adanya revolusi industi abad 19, maka berpengaruh kepada bidang industri dan ekonomi yang pada akhirnya juga berpengaruh pada kemajuan pendidikan.
Kesadaran bangsa eropa akan pentingnya pendidikan mendorong mereka mempelajari sistem pendidikan di negara lain yang lebih maju. Salah satu tokoh yang berpengarus pada periode ini adalah Fiedrich August Hecht 1895 M : tentang sekolah-sekolah di inggris dan di Jerman.
3.       Periode memperhubungkan antara sistem pendidikan /pengajaran  dengan masyarakat
Sir Michael Sadler ( menyebarkan tulisannya sampai meletus PD pertama) menitik beratkan studinya  pada perbadingan pendidikan dan  mengaitkan sistem pendidikan dengan kebudayaan di setiap negara . Ini merupakan sistem analisis  yang benar dalam studi perbandingan pendidikan.
Setelah PD pertama selesai , Peter Sandiford : Studi tentang pendidikan di enam negara Eropa yaitu Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Rusia dan Amerika
4.       Periode penjelajahan faktor kebudayaan yang melandasi atau yang melatar belakangi sistem pendidikan di berbagai negara secara umum

 Dalam periode ini tercipta metode studi perbandingan pendidikan, prosedur-prosedur serta ketentuan-ketentuan, baik studi antar regional maupun negara(internasional).
Para pelaku perbandingan pendidikan harus melengkapi datanya dengan informasi –informasi tentang operasionalisasi kependidian di negara lain ditambah dengan fakta-fakta tentang situasi dan kondisi serta kebudayaan yang mempengaruhinya.
Sergius Hessen (Rusia)  dan Cicholas Hans  lebih menitik beratkan pada faktor kebudayaan daripada faktor sejarah.
I. L. Kandel (Amerika Serikat) lebih menitik beratkan pada faktor sejarah. Karena permasalahan pendidikan berkaitan dengan faktor sejarah

D.   Pendekatan dan Metode
Pendekatan adalah  cara umum dalam memandang permasalahan atau objek  kajian, laksana pakai kacamata merah -  semua tampak kemerah-merahan.
Metode berasal dari  Bahasa Yunani “Methodos’’ yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah , maka, metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek kajian. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan dan merupakan kelanjutan dari pendekatan.
E.    Pendekatan-pendekatan dalam studi perbandingan pendidikan
Pendekatan yang paling utama dalam kajian Perbandingan pendidikan adalah pendekatan Kultural dan Pendekatan Historis.
Nicholas Hans adalah yang pertama menggunakan sistem pendekatan kultural dalam menganalisa sistem pendidikan di negara lain, Pendekatan kultural dalam studi Perbandingan pendidikan berarti menganalisa sistem pendidikan di negara yang diteliti dengan menggunakan sudut pandanga faktor-faktor kebudayaan  yang mempengaruhi sistem pendidikan di suatu negara.
Pendekatan Sejarah: Menganalisa sistem pendidikan di suatu negara dengan menggunakan sudut pandang sejarah negara yang bersangkutan, kerena permasalahan pendidikan berkaitan erat dengan faktor sejarah negara yang bersangkutan. Tokoh yang menitik beratkan pendekatan ini adalah Kandel.
F.    Metode dalam studi perbandingan pendidikan
1.    Historis
Untuk menemukan fakta tentang situasi pendidikan pada waktu lampau, untuk memahami dan membandingan pendidikan pada masa kini dan untuk memahami pendidikan masa yang akan datang.
Dengan metode ini dapat ditemukan perubahan, persamaan dan perbedaan sistem pendidikan dalam antar waktu antar negara, dan kemudian trend perubahan di masa mendatang.
Memilih problem, mengumpulkan data, menguji data,  membuat hipotesis  tentang kondisi pendidikan masa lalu dan menarik kesimpulan
2.    Deskriptif
Menguraikan, menjelaskan dan menyampaikan kondisi obyektif  tentang teori dan praktik pendidikan (sistem, kebijakan, proses, kurikulum, aliran) yang terjadi pada waktu sekarang di suatu negara.
Mengumpulkan data dan fakta, membuat prediksi dan identifikasi hubungan antar  variabel.
3.    Statistik
Cara penelitian  dengan menggunakan data statistik yang berguna untuk mengungkap  menganalisis hubungan antar  variabel penelitian tentang pendidikan  di berbagai negara.
4.    Filosofis
Mencoba mencermati prinsip dan konsep pendidikan yang dianut oleh suatu negara. Termasuk penggunaan terma peserta didik, pendidikan kaum dewasa (adult education), penanaman nilai (transfer of value) dan lain-lain, yang masing-masing negara mempunyai maksud tersendiri atas terma-terma tersebut.

5.    Komparatif
Memperbandingkan antara kekuatan dan faktor-faktor kebudayaan  yang mempengaruhi sistem pendidikan  di suatu negara dibandingkan dengan  negara lain.
Dalam memilih unit yang  akan diperbandingkan dalam suatu negara, maka harus diperhatikan prinsip : Comparable, setaraf dan relevan.
Comparable :  layak dibandingkan misalnya membandingkan  kebijakan pendidikan pada ORLA dan ORBA di Indonesia.
Setaraf : sisi unsur, ruang dan waktu tidak jauh berbeda. Misalnya membandingkan pendidikan antar negara ASEAN.
Relevan: menunjukkan konsistensi dan kesesuaian antar unsur yang diperbandingkan.

6.    Quasi-experimental
Ekperimen semu : Bersifat empiris  karena menggunakan pengamatan  terhadap variabel terkontrol dan variabel bebas.
Ketika ekperimental tidak bisa dilakukan, maka rancangan quasi-experimental tetap bisa dilakukan. Misalnya dalam mengkaji pengaruh persekolahan bagi institusi  sosial pribumi di Afrika Barat, foster menyarankan  menggunakan rancangan quasi-ekperimental yang melibatkan pemilihan terhadap satu suku yang terpisah diantara  dua negara yang berbeda; dan sebaliknya, memilih dua atau banyak suku di negara  yang sama. Rancangan ini akan  memfasilitasi  keputusan bagi pengaruh yang terkait dengan kebijakan negara tentang akses dan sukses sekolah bagi anak-anak  dari latar belakang etnis yang berbeda.

G.   Ruang lingkup studi perbandingan pendidikan Menurut beberapa Tokoh
J.P. Sarumpet MA, Lektor pada Universitas Melbourne, bagian terpenting dari sistem pendidikan masing-masing Negara adalah.
1. Sejarah pendidikannya secara singkat untuk mengetahui sistem apa yang berlaku saat ini.
2. Administrasi pendidikan terutama dilihat dari segi praktik administrasi dan organisasinya,misalnya di Prancis menganut sistem sentralisasi dalam penyelenggaraan pendidikan,sedangkan di Inggris sebaliknya memberikan kekuasaan kepada daerah untuk mengurus pendidikannya sendiri.
William W. Brickman : Perbandingan pendidikan itu mempelajari dan menganalisis serta memperbandingkan hal-hal sebagai berikut :
1.    Mempelajari sistem pendidikan di negara lain dan penjelasan mengenai permasalahan pendidikan;
2.    Menganalisis mengenai latar belakang yang mempengaruhinya serta problema-problemanya dilihat dari berbagai pandangan tentang problema yang kontroversial;
3.    Membandingkan tentang persamaan dan perbedaan antara point 1 dan 2 tersebut diatas;
4.    Memperbandingkan dan menilai sebab-sebab pokok sebelum dan sesudah dilakukan pemecahan problema-problema yang kontroversial dan yang bersifat biasa.

DR.Nazily Shalih dan DR.Abdul Ghani Abud : Studi perbandingan itu mempunyai ruang lingkup yang luas,karena mencakup hal-hal sebagai berikut :
1.    Segala pengetahuan yang berkaitan dengan sistem pendidikan dan pengajaran dalam masyarakat yang berbeda;
2.    Berbagai teori atau pengetahuan pendidikan seperti filsafat pendidikan, kurikulum pendidikan, manajemen, budged kependidikan, metodologi kependidikan, masalah penyediaan guru dan pembinaannya serta peraturan-peraturan yang berlaku;
3.    Sejarah pendidikan dari suatu negara, karena sejarah dapat menjelaskan problematika kependidikan untuk masa kini;
4.    Kebudayaan suatu masyarakat atau bangsa yang merupakan latar belakang yang mempengaruhi timbulnya sistem kependidikan yang berbeda antara yang satu dari yang lainnya.

Sumber Resume:
  1. Abdurrahman, Assegaf, Internasionalisasi Pendidikan, Gama Media, Yogyakarta, 2003.
  2. Arifin, H.M., Ilmu Perbandingan Pendidikan, Golden Terayon Press, Jakarta, 2003.